Jumat, 12 Januari 2024

Sejarah Darunnajah Panyepen


SEJARAH BERDIRINYA

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah Panyepen

Panyepen adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang,tempat ini berada di daerah perbatasan antara kota Sampang dan kota Bangkalan, Konon kabarnya orang setempat menyebutnyadengan nama “Panyepian” artinya tempat orang menyepi dan bertirakat. Singkat kata tempat tersebut dahulunya disukai oleh orang orang untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan salah satu dari peninggalannya adalah berdirinya " Langgher Tantoh"  yang tidak ada seorangpun tahu siapa, kapan, dan bagaimana langgher tantoh tersebut di bangun.

Sekitar tahun 1996 ( 20Tahun yang silam ) Ny. Hj Sa'adah MF Putri kandung dari KH. Muhammad Fathulloh Pendiri Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan,waktu belajar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'at Lirboyo Kediri, pernah bermimpi sebuah tempat yang sangat teduhdan rindangdengan pepohonannyayang banyakserta udaranya yang sejuk dan segar sekali, bahkan terlihat dalam mimpi tersebut ada air mancur sehingga menambah keindahan tempat tersebut, anehnya mimpi tersebut datang hampir setiap malam, dan setelah memohon petunjuk kepada Alloh SWT, maka akhirnya datang lagi dalam mimpinya dan terdengar ada suara bahwa tempat tersebut bernama "Desa Panyepen"dan setelah itu mimpi tersebut tidak pernah datang lagi

Setelah 16 tahun kemudian tepatnya tahun 2012,ketika dalam perjalanan menuju kota Sampang,Ny. Sa'adah MF.terkejut melihat tulisan Desa Panyepen yang berada di kampong Panyiburen tidak jauh dari tulisan Selamat Datang Kota Sampang,hal ini karena mengingatkan kembali pada mimpinya yang datang tempo dulu, dan pada saat itu beliau bercerita kepada KH. Fahmi Asy'ari selaku suaminya perihal mimpi tersebut, dan setelah itu cerita tentang mimpi tersebut hilang berlalu begitu saja tanpa ada kelanjutannya.

Tapi Alloh SWT berkehendak lain, pada tahun 2016 bertepatan pada minggu pertama dari bulan Maulid 1437 H.Ny. Hj Waqi’ah ( Ibunda KH Fahmi Asy’ari ) menyuruh beliau berdua untukSowandan bersilaturrahim kepada yang mulia Al Habib Husein Bin Smith. dan pada saat itu juga beliau secara sepontan menceritakan kepada Habib Husein perihal mimpi yang datang kepada istrinya20 tahun yang lalu, dan setelah Habib Husein mendengarkan secara seksama lalu memejamkan mata, kemudian Habib Husein menyuruh beliau berdua untuk segera mencari sebidang tanah di Desa Panyependan membelinya, dan Alhamdulillah atas petunjuk Ust Syamsuri ( Alumni Lanbulan ) maka, dalam minggu itu juga beliau berdua sudah menemukan tanah yang mau dijual,kemudian KH. Fahmi Asy'ari dan Ny. Sa'adah MF mendatangi Habib Husein yang kedua kalinya kembali untuk menceritakan dan memohon do'anya tentang tanah yang akan dibeli tersebut, namun sebelum beliauberceritaperihal tanah tersebut,Habib Husein menjelaskan bahwa beliau sudah mengetahui tempatnya, dan ciri ciritempat tersebutbanyak di tumbuhi pohon bambu,mendengar keterangan tersebut beliau kaget karena tanah yang mau di beli tersebut tidak ada pohon bambunya sama sekali,dan benar saja setelah di urus lebih dari 2 bulan tanah yang mau dibeli tersebut, ternyata belum ada kepastiannya.akhirnya KH. Fahmi Asy'ari dan Ust. Syamsuri pergi kerumah Bpk H. Abd. Syakurdan Bpk Suhamindan di sana beliau mendapatkan informasi bahwa ada tanah yang mau dijual dan tidak jauh dari rumah mereka berdua ( tempat yang sekarang sedang di bangun ).kemudianKH. Fahmi Asy’ari dan Ny. Hj. Sa’adah MF mendatangi kediaman Habib Husein untuk yang ketiga kalinya, dengan membawa foto lokasi yang barusaja di beli, lalu beliau berkata " Lokasi ini sesuai dengan yang saya lihat" kemudian beliau berkata " Langsung dibangun ya..!" mendengar perintah Habib tersebut beliau berduamerasa kaget dan berusaha menjelaskan kepada Habib Husein bahwa tempat tersebut akan di bangun kelak jika putra putri beliau berdua sudah dewasa, disamping itu juga karena di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan sudah ada Pondok Putra Putri dan Madrasah Putra Putri sebagai ladang amal pengabdian beliau berdua,selain itu pertimbangannya adalah,karena hingga saat ini belum ada satupun Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan yang membangun di luararea Pondok, namun Habib Husein tetap menyuruh beliau berdua agar segera membangun Pondok Pesantren di Panyepen,kemudian Habib Husein Bin Smith berkata lagi " Bahwa mimpi yang datang 20 Tahun yang lalu kepada Istri Ente bukan mimpi biasa, tapi ini adalah petunjuk dan amanat yang datang dari Alloh SWT yang harus segera di realisasikan,jika kelak Pondok tersebut di lanjutkan oleh putra putrid Entetidak apa apa, Cuma yang jelas kalian berdua yang harusmemulai dalam pembangunan PondokPesantren sesuai dengan mimpinya tersebut, karena kalian cocoknya di sana baik bertani, berdagang, mendirikan madrasah, atau membangun pondok dll".

Kemudian KH. Fahmi Asy'ari berkata kepada Habib Husein " bagaimana kata orang nantinya jika mereka mengira bahwa saya mendirikan Pondok Pesantren hanya ingin disebutsebagai Pengasuh,atau orang-orang mengira bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan Sudah mulai retakdan rapuhkarena sudah tidak ada kekompakan lagi atau dikira terjadi perpecahan".kemudian Habib Husein berkata "kamu orang islam atau orag kafir ? di jawab:"orang islam", lalu habib bertanya lagi, Kamu percaya kepada Alloh SWT atau sama Yesus? Di jawab, "percaya sama Alloh SWT". Lalu habib meneruskan perkataannya "kalau kamu orang Islam dan percaya kepada Alloh SWTmaka pasrahkan semua kepadaNya, biarlah Alloh SWT yang mengatur kamu,dan bukan kamu yang mengatur Alloh SWT".

Semenjak 12 hari dari pertemuannya dengan Habib Husein,beliau berduamerasa kebingungan dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Habib Qodir Bin Muhammad di Malang untuk menanyakan perihal mimpi yang di maksud, barangkali beliau mempunyai pendapat lain,dan setelah bertemu dengan beliauternyata pendapatnyapun sama dengan habib Husein. tidak cukup sampai di situ sepulangnya dari Malang beliau berdua masih mampir dan Sowan kepada salah satu Kyai di Pasuruan untuk menanyakan perihal mimpi tersebut dan jawaban beliausama dengan jawaban kedua habib di atas. Dan dari petunjuk ketiga orang inilah maka KH. Fahmi Asy'ari dan Ny. Hj Sa'adah MF.mulai tumbuh keyakinan perihal mimpi tersebut, bahkan setibanya di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan beliau berdua langsung ke Makam Abah dan Umminya untuk mendoakan beliau berduaserta memohon Do'a restu.dan pada malam harinya Ny. Hj Sa'adah MF bermimpi di datangi Ny. Hj. Zainab ( Ibunda Ny. Hj. Sa’adah ) dalam mimpi tersebut beliau berduaseolah-olah berada dalam sebuah ruangan yang sangat luas, disitu banyak santri putri yang memakai mukena ( Rukuh ), mereka membawa Al-Qur’an dan membukanya. Dari sinilah akhirnya beliau berduamembulatkan tekad untuk meminta Do’a dan restu dari KH. Abdul Adhim MF, KH. Ahmad Barizi MF, KH. Ahmad Ghozali MF dan seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mubarok lanbulan yang lainbahwabeliau berdua berdasarkan mimpi yang datang 20 tahun yang lalu dan petunjuk dari dua orang habib dan satu orang kyai tersebut di atas,beliau berdua berinisiatifuntuk mendirikan Pondok Pesantren di Panyepen, dan Alhamdulillah disambut baik dan didukung oleh seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, maka tepat pada hari ahad tanggal 25 J. Akhir 1437 H / 3 April 2016 semua Majlis MasyayikhLanbulan diundang ke Panyepen guna mendo’akan atas didirikannya Pondok Pesantren Darunnajah sekaligus menghadiri peletakan batu pertama.setelah acara tersebut selesai KH. Fahmi Asy’ari bertemu dengan H, Nasta’in ( warga Panyepen ) dan dia bercerita bahwa 14 Tahun yang lalu bermimpi didatangi KH. Muhammad Fathulloh,dalam mimpinya beliau membawa sebuah kendi yang berisi air lalu di tuangkan air tersebut disekitar langgher tantoh hingga keutara tanah yang dibangun sekarang,sehingga H. Nasta'inmerasa yakin bahwa tidak hanya air dari Panyepen yang dialirkan ke Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, namun KH. Muhammad Fathulloh juga ingin salah satu keturunanyaadayang tinggal ditempat tersebut untuk menyebarkan ilmunya,lalu KH. Fahmi Asy'ari menjawabnya Aamiin.dan setengah bulan berikutnya H. Abd Syakur juga bermimpi didatangi orang yang sangat tua yang berbadan tinggi besar, dalam mimpinya orang tua tersebut bertanya: “ untuk apa bangunan ini ? " kemudian H. Abd Syakur Menjawabbahwa: " tempat itu akan didirikan Madrasah dan Pondok Pesantren, lalu orang tua tersebut bertanya kembali: “ Siapa yang ingin membangun ? diamenjawab, bahwa yang akan membangun adalah Kyai dari Lanbulan, lalu orang tua tersebut berkata:” ia sudah benar dan kamu harus membantunya karena biaya yang dibutuhkan sangat banyak sekali, tapi beri tahu kepada kyainya untuk tidak patah semangat bulatkan tekat dan luruskan niat, naju terus jangan sampai kendur,” berapapun biayanya yang dibutuhkan insyaAlloh tetap akan tercukupi asalkan jangan jauh dari "Langgher Tantoh".

kemudian padahari Kamis 13 Rojab 1437 H/21 April 2016  di mulailah penggalian Pondasi, dan pada Hari senin 23 Sya'ban 1437 H/30 Mei 2016 M diadakannya acara sosialisasi pendirian Pondok Pesantren DARUNNAJAH serta penerimaan santri baru, kemudian Jum'at Tanggal 05 Romadhon 1437 H/10 Juni 2016 M, dibangunlah madrasah darurat yang terbuat dari bambu, dan tepat pada hari Senin Tanggal 27 Syawwal 1437 H/ 01 Agustus 2016 M,dimulainya kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren DARUNNAJAH. dan pada hari Rabu tanggal 12 Dzul Hijjah 1437 H /14 September 2016 M.dimulainya penerimaan santri mukim di Pondok Pesantren DARUNNAJAH Panyepen.

Adapun santri mukim pertama yang menginjakkan kakinya di Pondok Pesantren DARUNNAJAH adalah Ali Wafa (Majengan), Ach. Safrawi (Sumber Kuning), Moh. Farhan (Ba’batoh), St. Khodijah (Nongkoan) Makhtubah  (Taman). sedangkan Asatidz pembantu kesemuanya berasal dari  Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan baik yang masih aktif atau alumni diantaranya Ust. Nasrulloh (Besabe, Tambelangan), Ust. Muhammad Jufri (Tanah Merah, Torjun), Ust. Husain Hidayatulloh (Pontianak, Kalbar), Ust. Dede Rijalinur (Pare, Jateng), Ust. Moh. Nur Kholis (Bungkak, Tambelangan), Ust. Moh. Khotib (Kapasan, Tambelangan), Ust. Abdussalam (Asemrajeh, Jrengik), Ust. Khoiron (Taman, Jrengik), Ust. Amiruddin (Jemgelis, Tambelangan) dimana ke empat asatidz yang tersebut di awal adalah nama nama asatidz yang masih aktif di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan pada saat itu.

Alhamdulillah Ini semua tidak terlepas dari Ridho Aloh SWT, dan dari dukungan masyarakat setempat utamanya Kepala Desa, dan Klebun H. Husin serta beberapa tokoh masyarakat Panyepenlainnya termasuk Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan yang berasal dari Panyepen, Tamanjiken, Jrengik Laok, Majengan, Kampong Nongko'an, Somber Kuning, Bretan, Panyiburen, dan Lain lain.

Demikianlah sekilas sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah Panyepen, Semoga Barokah dan diRidhoi oleh Alloh SWT Aamiin Yaa Robbal Alamiin............!!!! 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar