Jumat, 19 Januari 2024
Undangan Milad Ke-8
Kamis, 18 Januari 2024
Peserta Wisuda AL ASAS 1445 H
Senin, 15 Januari 2024
Rincian Pembiayaan MILAD KE 8
Sabtu, 13 Januari 2024
Jadwal Ujian Al- Asas Pondok Pesantren Darunnajah Panyepen
Jumat, 12 Januari 2024
Sejarah Darunnajah Panyepen
SEJARAH BERDIRINYA
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah Panyepen
Panyepen adalah nama sebuah desa
yang terletak di kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang,tempat ini berada di
daerah perbatasan antara kota Sampang dan kota Bangkalan, Konon kabarnya orang
setempat menyebutnyadengan nama “Panyepian” artinya tempat orang menyepi
dan bertirakat. Singkat kata tempat tersebut dahulunya disukai oleh orang orang
untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan salah satu dari peninggalannya
adalah berdirinya " Langgher Tantoh" yang tidak ada seorangpun tahu siapa, kapan,
dan bagaimana langgher tantoh tersebut di bangun.
Sekitar tahun 1996 ( 20Tahun yang
silam ) Ny. Hj Sa'adah MF Putri kandung dari KH. Muhammad Fathulloh Pendiri
Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan,waktu belajar di Pondok Pesantren
Hidayatul Mubtadi'at Lirboyo Kediri, pernah bermimpi sebuah tempat yang sangat
teduhdan rindangdengan pepohonannyayang banyakserta udaranya yang sejuk dan
segar sekali, bahkan terlihat dalam mimpi tersebut ada air mancur sehingga
menambah keindahan tempat tersebut, anehnya mimpi tersebut datang hampir setiap
malam, dan setelah memohon petunjuk kepada Alloh SWT, maka akhirnya datang lagi
dalam mimpinya dan terdengar ada suara bahwa tempat tersebut bernama "Desa
Panyepen"dan setelah itu mimpi tersebut tidak pernah datang lagi
Setelah 16 tahun kemudian tepatnya
tahun 2012,ketika dalam perjalanan menuju kota Sampang,Ny. Sa'adah MF.terkejut
melihat tulisan Desa Panyepen yang berada di kampong Panyiburen tidak jauh dari
tulisan Selamat Datang Kota Sampang,hal ini karena mengingatkan kembali pada
mimpinya yang datang tempo dulu, dan pada saat itu beliau bercerita kepada KH.
Fahmi Asy'ari selaku suaminya perihal mimpi tersebut, dan setelah itu cerita
tentang mimpi tersebut hilang berlalu begitu saja tanpa ada kelanjutannya.
Tapi Alloh SWT berkehendak lain,
pada tahun 2016 bertepatan pada minggu pertama dari bulan Maulid 1437 H.Ny. Hj
Waqi’ah ( Ibunda KH Fahmi Asy’ari ) menyuruh beliau berdua untukSowandan
bersilaturrahim kepada yang mulia Al Habib Husein Bin Smith. dan pada saat itu
juga beliau secara sepontan menceritakan kepada Habib Husein perihal mimpi yang
datang kepada istrinya20 tahun yang lalu, dan setelah Habib Husein mendengarkan
secara seksama lalu memejamkan mata, kemudian Habib Husein menyuruh beliau
berdua untuk segera mencari sebidang tanah di Desa Panyependan membelinya, dan
Alhamdulillah atas petunjuk Ust Syamsuri ( Alumni Lanbulan ) maka, dalam minggu
itu juga beliau berdua sudah menemukan tanah yang mau dijual,kemudian KH. Fahmi
Asy'ari dan Ny. Sa'adah MF mendatangi Habib Husein yang kedua kalinya kembali
untuk menceritakan dan memohon do'anya tentang tanah yang akan dibeli tersebut,
namun sebelum beliauberceritaperihal tanah tersebut,Habib Husein menjelaskan
bahwa beliau sudah mengetahui tempatnya, dan ciri ciritempat tersebutbanyak di
tumbuhi pohon bambu,mendengar keterangan tersebut beliau kaget karena tanah
yang mau di beli tersebut tidak ada pohon bambunya sama sekali,dan benar saja
setelah di urus lebih dari 2 bulan tanah yang mau dibeli tersebut, ternyata
belum ada kepastiannya.akhirnya KH. Fahmi Asy'ari dan Ust. Syamsuri pergi
kerumah Bpk H. Abd. Syakurdan Bpk Suhamindan di sana beliau mendapatkan
informasi bahwa ada tanah yang mau dijual dan tidak jauh dari rumah mereka
berdua ( tempat yang sekarang sedang di bangun ).kemudianKH. Fahmi Asy’ari dan
Ny. Hj. Sa’adah MF mendatangi kediaman Habib Husein untuk yang ketiga kalinya, dengan
membawa foto lokasi yang barusaja di beli, lalu beliau berkata " Lokasi
ini sesuai dengan yang saya lihat" kemudian beliau berkata " Langsung
dibangun ya..!" mendengar perintah Habib tersebut beliau berduamerasa
kaget dan berusaha menjelaskan kepada Habib Husein bahwa tempat tersebut akan
di bangun kelak jika putra putri beliau berdua sudah dewasa, disamping itu juga
karena di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan sudah ada Pondok Putra Putri dan
Madrasah Putra Putri sebagai ladang amal pengabdian beliau berdua,selain itu
pertimbangannya adalah,karena hingga saat ini belum ada satupun Keluarga Besar
Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan yang membangun di luararea Pondok, namun
Habib Husein tetap menyuruh beliau berdua agar segera membangun Pondok
Pesantren di Panyepen,kemudian Habib Husein Bin Smith berkata lagi " Bahwa
mimpi yang datang 20 Tahun yang lalu kepada Istri Ente bukan mimpi biasa, tapi
ini adalah petunjuk dan amanat yang datang dari Alloh SWT yang harus segera di
realisasikan,jika kelak Pondok tersebut di lanjutkan oleh putra putrid Entetidak
apa apa, Cuma yang jelas kalian berdua yang harusmemulai dalam pembangunan
PondokPesantren sesuai dengan mimpinya tersebut, karena kalian cocoknya di sana
baik bertani, berdagang, mendirikan madrasah, atau membangun pondok dll".
Kemudian KH. Fahmi Asy'ari berkata
kepada Habib Husein " bagaimana kata orang nantinya jika mereka mengira
bahwa saya mendirikan Pondok Pesantren hanya ingin disebutsebagai Pengasuh,atau
orang-orang mengira bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan
Sudah mulai retakdan rapuhkarena sudah tidak ada kekompakan lagi atau dikira
terjadi perpecahan".kemudian Habib Husein berkata "kamu orang
islam atau orag kafir ? di jawab:"orang islam", lalu habib
bertanya lagi, Kamu percaya kepada Alloh SWT atau sama Yesus? Di jawab,
"percaya sama Alloh SWT". Lalu habib meneruskan perkataannya "kalau
kamu orang Islam dan percaya kepada Alloh SWTmaka pasrahkan semua kepadaNya,
biarlah Alloh SWT yang mengatur kamu,dan bukan kamu yang mengatur Alloh
SWT".
Semenjak 12 hari dari pertemuannya
dengan Habib Husein,beliau berduamerasa kebingungan dan akhirnya memutuskan
untuk pergi ke Habib Qodir Bin Muhammad di Malang untuk menanyakan perihal
mimpi yang di maksud, barangkali beliau mempunyai pendapat lain,dan setelah
bertemu dengan beliauternyata pendapatnyapun sama dengan habib Husein. tidak
cukup sampai di situ sepulangnya dari Malang beliau berdua masih mampir dan
Sowan kepada salah satu Kyai di Pasuruan untuk menanyakan perihal mimpi
tersebut dan jawaban beliausama dengan jawaban kedua habib di atas. Dan dari
petunjuk ketiga orang inilah maka KH. Fahmi Asy'ari dan Ny. Hj Sa'adah MF.mulai
tumbuh keyakinan perihal mimpi tersebut, bahkan setibanya di Pondok Pesantren
Al-Mubarok Lanbulan beliau berdua langsung ke Makam Abah dan Umminya untuk mendoakan
beliau berduaserta memohon Do'a restu.dan pada malam harinya Ny. Hj Sa'adah MF
bermimpi di datangi Ny. Hj. Zainab ( Ibunda Ny. Hj. Sa’adah ) dalam mimpi
tersebut beliau berduaseolah-olah berada dalam sebuah ruangan yang sangat luas,
disitu banyak santri putri yang memakai mukena ( Rukuh ), mereka membawa
Al-Qur’an dan membukanya. Dari sinilah akhirnya beliau berduamembulatkan tekad
untuk meminta Do’a dan restu dari KH. Abdul Adhim MF, KH. Ahmad Barizi MF, KH.
Ahmad Ghozali MF dan seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mubarok
lanbulan yang lainbahwabeliau berdua berdasarkan mimpi yang datang 20 tahun
yang lalu dan petunjuk dari dua orang habib dan satu orang kyai tersebut di
atas,beliau berdua berinisiatifuntuk mendirikan Pondok Pesantren di
Panyepen, dan Alhamdulillah disambut baik dan didukung oleh seluruh Keluarga
Besar Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, maka tepat pada hari ahad
tanggal 25 J. Akhir 1437 H / 3 April 2016 semua Majlis MasyayikhLanbulan diundang
ke Panyepen guna mendo’akan atas didirikannya Pondok Pesantren Darunnajah
sekaligus menghadiri peletakan batu pertama.setelah acara tersebut selesai KH.
Fahmi Asy’ari bertemu dengan H, Nasta’in ( warga Panyepen ) dan dia bercerita
bahwa 14 Tahun yang lalu bermimpi didatangi KH. Muhammad Fathulloh,dalam
mimpinya beliau membawa sebuah kendi yang berisi air lalu di tuangkan air
tersebut disekitar langgher tantoh hingga keutara tanah yang dibangun
sekarang,sehingga H. Nasta'inmerasa yakin bahwa tidak hanya air dari Panyepen
yang dialirkan ke Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, namun KH. Muhammad
Fathulloh juga ingin salah satu keturunanyaadayang tinggal ditempat tersebut
untuk menyebarkan ilmunya,lalu KH. Fahmi Asy'ari menjawabnya Aamiin.dan
setengah bulan berikutnya H. Abd Syakur juga bermimpi didatangi orang yang
sangat tua yang berbadan tinggi besar, dalam mimpinya orang tua tersebut
bertanya: “ untuk apa bangunan ini ? " kemudian H. Abd Syakur
Menjawabbahwa: " tempat itu akan didirikan Madrasah dan Pondok Pesantren,
lalu orang tua tersebut bertanya kembali: “ Siapa yang ingin membangun ? diamenjawab,
bahwa yang akan membangun adalah Kyai dari Lanbulan, lalu orang tua tersebut
berkata:” ia sudah benar dan kamu harus membantunya karena biaya yang
dibutuhkan sangat banyak sekali, tapi beri tahu kepada kyainya untuk tidak
patah semangat bulatkan tekat dan luruskan niat, naju terus jangan sampai
kendur,” berapapun biayanya yang dibutuhkan insyaAlloh tetap akan tercukupi
asalkan jangan jauh dari "Langgher Tantoh".
kemudian padahari Kamis 13 Rojab
1437 H/21 April 2016 di mulailah
penggalian Pondasi, dan pada Hari senin 23 Sya'ban 1437 H/30 Mei 2016 M
diadakannya acara sosialisasi pendirian
Pondok Pesantren DARUNNAJAH serta penerimaan santri
baru,
kemudian Jum'at Tanggal 05 Romadhon 1437 H/10 Juni 2016 M, dibangunlah madrasah
darurat yang terbuat dari bambu, dan tepat pada hari Senin Tanggal 27 Syawwal
1437 H/ 01 Agustus 2016 M,dimulainya kegiatan belajar mengajar di
Pondok Pesantren DARUNNAJAH. dan pada hari Rabu tanggal 12 Dzul
Hijjah 1437 H /14 September 2016 M.dimulainya penerimaan
santri
mukim
di Pondok Pesantren DARUNNAJAH Panyepen.
Adapun santri
mukim pertama yang menginjakkan kakinya di Pondok Pesantren DARUNNAJAH adalah Ali Wafa
(Majengan), Ach. Safrawi (Sumber Kuning), Moh. Farhan (Ba’batoh),
St. Khodijah (Nongkoan) Makhtubah
(Taman). sedangkan Asatidz pembantu kesemuanya berasal dari Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan baik
yang masih aktif atau alumni diantaranya Ust. Nasrulloh (Besabe, Tambelangan),
Ust. Muhammad Jufri (Tanah Merah, Torjun), Ust. Husain Hidayatulloh (Pontianak,
Kalbar), Ust. Dede Rijalinur (Pare, Jateng), Ust. Moh. Nur Kholis (Bungkak,
Tambelangan), Ust. Moh. Khotib (Kapasan, Tambelangan), Ust. Abdussalam
(Asemrajeh, Jrengik), Ust. Khoiron (Taman, Jrengik), Ust. Amiruddin (Jemgelis,
Tambelangan) dimana ke empat asatidz yang tersebut di awal adalah nama nama
asatidz yang masih aktif di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan pada saat itu.
Alhamdulillah Ini semua tidak terlepas dari Ridho Aloh SWT, dan dari dukungan masyarakat setempat utamanya Kepala Desa, dan Klebun H. Husin serta beberapa tokoh masyarakat Panyepenlainnya termasuk Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan yang berasal dari Panyepen, Tamanjiken, Jrengik Laok, Majengan, Kampong Nongko'an, Somber Kuning, Bretan, Panyiburen, dan Lain lain.
Demikianlah sekilas sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah Panyepen, Semoga Barokah dan diRidhoi oleh Alloh SWT Aamiin Yaa Robbal Alamiin............!!!!








